Bahasa Indonesia · 中文 · English

Visa Gandeng Bridge Perluas Kartu Stablecoin ke 100 Negara: Apakah Kartu USDT Anda Ikut Diuntungkan?

2026-05-30

Visa telah menjalin kerja sama dengan Bridge, perusahaan fintech milik Stripe, untuk memperluas kartu pembayaran berbasis penyelesaian stablecoin ke lebih dari 100 negara sebelum akhir 2026. Menurut laporan Tokenpost, kedua pihak telah lebih dulu meluncurkannya di 18 negara Amerika Latin, mencakup Argentina, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Peru, Chili, dan pasar lainnya, dengan rencana ekspansi berikutnya ke Asia Pasifik, Afrika, dan Timur Tengah. Ini berarti Visa benar-benar menghubungkan stablecoin dari sekadar “saldo di permukaan kartu” ke backend kliring — merchant tetap menerima mata uang fiat, sementara yang dipotong di balik kartu adalah stablecoin.

Analisis Editor: Ini Memperkuat Backend, Bukan Kartu Anda Secara Langsung

Mari perjelas dulu: Bridge berperan sebagai lapisan kliring, bukan penerbit kartu. Yang mereka lakukan adalah mengonversi stablecoin (terutama USDC, sebagian mendukung USDT) menjadi fiat di ujung jaringan Visa untuk menyelesaikan pembayaran ke merchant. Jadi berita ini sebenarnya memperkuat kemampuan jaringan Visa dalam menampung penyelesaian stablecoin, bukan langsung menambah limit atau menurunkan biaya untuk kartu tertentu.

Bagi pengguna kartu USDT yang menggunakan BIN Visa, ini adalah keuntungan struktural: ketika Visa sendiri menjadikan kliring stablecoin sebagai kemampuan standar, gesekan berupa penolakan transaksi dan hambatan risk control yang dialami penerbit kartu saat masuk ke lebih banyak negara dan jenis merchant akan berangsur berkurang. MPCard Asia Elite yang menjadi pilihan editorial kami justru menggunakan jalur virtual Visa Asia Pasifik — semakin dalam Visa menggelar penyelesaian stablecoin di Asia Pasifik, jenis kartu ini dalam jangka panjang diuntungkan dari sisi stabilitas transaksi merchant lokal dan potongan langganan. Pengguna di Amerika Latin juga bisa memperhatikan penerbit kartu seperti RedotPay yang telah lebih dulu hadir di pasar berkembang tersebut.

Perlu bersikap rasional soal jangka waktu:

Perbandingan Historis: Apa Bedanya dengan Gelombang “Visa Terhubung Langsung ke Stablecoin” 2024

Ini bukan kali pertama Visa mencoba stablecoin. Sejak 2021, Visa sudah mengizinkan penyelesaian menggunakan USDC di jaringan Ethereum, dan pada 2024 memperluas penyelesaian USDC ke Solana. Namun putaran-putaran itu lebih condong ke “jalur pipa backend institusional”, nyaris tak terasa oleh pemegang kartu biasa.

Perbedaan terbesar kali ini terletak pada sisi konsumen: Bridge langsung mengaitkan penyelesaian stablecoin ke program penerbitan kartu yang menghadap konsumen, dan sejak awal menyasar pasar seperti Amerika Latin yang punya volatilitas fiat tinggi dan permintaan dolar AS yang kuat. Dengan kata lain, putaran-putaran sebelumnya adalah “Visa mencocokkan pembukuan internal dengan stablecoin”, sementara putaran ini adalah “yang dipotong di balik gesekan kartu pemegang kartu adalah stablecoin”.

Kesamaan yang juga perlu diingat: fondasinya tetap didominasi USDC. Hal ini berkaitan dengan ingatan pasar setelah USDC sempat depeg singkat pada 2023 (sempat turun ke 0.87 dolar AS selama insiden SVB) — kenyamanan kartu stablecoin dibangun di atas asumsi bahwa stablecoin itu sendiri tidak bermasalah. Bagi pemegang USDT yang menggunakan jaringan kliring yang mengutamakan USDC ini, dalam banyak kasus konversi terjadi otomatis di dalam wallet, dengan nilai tukar dan spread mengikuti halaman resmi penerbit kartu.

Batas Kepatuhan: Yang Jelas Diizinkan, Zona Abu-abu, dan Wilayah Anda

Ekspansi Visa × Bridge berjalan melalui jalur kepatuhan penerbit kartu berlisensi di masing-masing negara, dan tidak dengan sendirinya mengubah status hukum kartu stablecoin di wilayah Anda. Ada tiga kategori batas yang perlu dibedakan:

Singkatnya: Visa menghubungkan backend-nya bukan berarti regulator di wilayah Anda otomatis memberi lampu hijau.

Titik-titik yang Perlu Dipantau Selanjutnya

  1. Daftar Peluncuran Asia Pasifik: Saat ini baru 18 negara Amerika Latin yang diumumkan, negara spesifik dan jadwal untuk Asia Pasifik belum jelas — ini adalah informasi yang paling perlu ditunggu pengguna Asia Pasifik.
  2. Pengumuman Integrasi Penerbit Kartu: Perhatikan apakah penerbit kartu yang Anda gunakan mengumumkan “terhubung dengan penyelesaian stablecoin Bridge / Visa” — ini jauh lebih relevan langsung dibanding target besar Visa secara keseluruhan.
  3. Milestone Akhir 2026: Seberapa banyak target 100 negara tercapai dan pasar mana saja yang tercakup adalah indikator konkret untuk menguji seberapa berbobot berita ini.
  4. Rasio Dukungan USDT vs USDC: Bridge saat ini lebih fokus pada USDC, dan apakah ke depannya akan memperluas penyelesaian native USDT akan langsung memengaruhi biaya konversi bagi pemegang USDT.

Saran Editor

Kami tidak melakukan pengujian on-chain independen; analisis dalam artikel ini didasarkan pada informasi publik dari Visa, Bridge, dan masing-masing penerbit kartu. Untuk biaya, limit, dan ketersediaan negara secara spesifik, silakan merujuk pada halaman resmi penerbit kartu.