Bahasa Indonesia · 中文 · English

Tether Perluas Merek Dagang di Korea hingga 15: Apa Artinya bagi Pengguna Kartu USDT

2026-05-19

Tether Mencapai 15 Merek Dagang di Korea

Berdasarkan laporan Tokenpost tanggal 19 Mei, Tether pada 14 Mei mengajukan tambahan 7 permohonan merek dagang ke Korean Intellectual Property Office (KIPO), mencakup nama perusahaan, logo, serta penanda terkait stablecoin berbasis emas Tether Gold (XAUt). Jika digabung dengan 8 permohonan awal yang diajukan dalam lima tahap tahun lalu, total permohonan merek dagang Tether di Korea kini mencapai 15. Pihak pemohon adalah Tether Operations beserta perusahaan induknya SA de C.V. yang berdomisili di El Salvador. Klasifikasi permohonan baru ini tidak lagi terbatas pada perlindungan merek, melainkan meluas ke kategori “bisnis stablecoin” secara keseluruhan — langkah yang umumnya dilakukan penerbit sebelum menjalankan operasi bisnis nyata di suatu yurisdiksi.

Analisis Redaksi: Dampak Nyata bagi Pengguna Kartu Virtual USDT

Kesimpulan awal: dalam jangka pendek (7–30 hari), layanan kartu USDT yang dipegang pengguna Korea tidak akan berubah apa pun karena berita ini. Permohonan merek dagang adalah langkah persiapan di level kekayaan intelektual; masih ada dua hingga tiga titik regulasi yang harus dilalui sebelum kanal mata uang fiat benar-benar dibuka, termasuk kerja sama kliring dengan bank lokal Korea, VAN (Value Added Network), maupun jaringan kartu.

Namun ada beberapa skenario konkret yang layak dipantau dalam jangka menengah-panjang (90 hari ke atas):

Perbandingan Historis: Circle Jepang vs. Tether El Salvador

Dalam konteks sejarah lokalisasi stablecoin di Asia-Pasifik, langkah ini bisa dibandingkan dengan dua preseden:

Pertama adalah masuknya Circle ke Jepang pada 2024 — melalui usaha patungan dengan SBI Holdings, menggunakan ketentuan stablecoin dalam Undang-Undang Layanan Pembayaran. Circle di Jepang mengambil jalur berat berupa “langsung mengurus lisensi + mencari bank lokal sebagai wali amanat,” dengan merek dagang hanya sebagai pelengkap. Perbedaan langkah Tether di Korea kali ini adalah: mendirikan tiang merek dagang dulu, baru melihat arah lisensi. Urutan ini mengindikasikan bahwa Tether masih mengevaluasi detail legislasi tahap dua Undang-Undang Perlindungan Pengguna Aset Virtual Korea (VAUPA), dan belum mempertaruhkan semua kartu.

Kedua adalah pendirian SA de C.V. oleh Tether di El Salvador pada 2021. Pemohon bersama dalam permohonan Korea kali ini juga merupakan entitas El Salvador tersebut. Strategi konsisten Tether selama beberapa tahun ini adalah: menggunakan yurisdiksi yang ramah aset kripto sebagai entitas induk pendaftaran, lalu melakukan ekspansi merek dagang dan entitas ke pasar target. Model ini sangat berbeda dari pendekatan Circle/Paxos yang “langsung mengurus lisensi di pasar target,” sehingga Tether lebih cepat memasuki pasar baru, namun biasanya dengan kedalaman kepatuhan yang sedikit lebih tipis.

Batasan Regulasi dan Kepatuhan: Apakah Korea Saat Ini Mengizinkan Kartu USDT?

Korea saat ini secara eksplisit mengizinkan kepemilikan dan transfer USDT (tahap pertama VAUPA telah berlaku), dan juga mengizinkan bursa lokal Korea untuk mencantumkan USDT (Upbit dan Bithumb keduanya memiliki pasangan perdagangan USDT). Namun terkait pemasaran langsung produk kartu stablecoin yang diterbitkan di luar negeri kepada penduduk Korea, saat ini berada di zona abu-abu — penerbit kartu umumnya tidak melakukan akuisisi pelanggan aktif di domain .kr, sementara pengguna Korea mengaksesnya dengan cara “mencari sendiri layanan luar negeri.”

Untuk Korea, kami belum memiliki halaman kepatuhan khusus saat ini; yurisdiksi yang relatif serupa dapat merujuk ke Panduan Kepatuhan Jepang (ritme legislasi stablecoin Asia-Pasifik serupa). Singkatnya: permohonan merek dagang sendiri tidak termasuk “pemasaran,” sehingga langkah Tether kali ini tidak melanggar aturan apa pun; namun jika Tether kemudian mendirikan entitas di Korea dan melakukan promosi B2C, mereka harus menghadapi persyaratan tahap dua VAUPA tentang modal minimum penerbit stablecoin, pengungkapan cadangan, dan perwakilan lokal.

Titik-titik yang Perlu Dipantau Selanjutnya

  1. Kesimpulan pemeriksaan KIPO: Dari permohonan merek dagang hingga persetujuan biasanya membutuhkan 8–14 bulan. Jika ada “pengurangan kategori” atau “penolakan peninjauan” di tengah proses, itu berarti ada sinyal dari pihak regulator.
  2. Apakah Tether mendirikan entitas di Korea: Pemohon saat ini masih Tether Operations + perusahaan induk El Salvador. Jika nantinya muncul badan hukum lokal seperti “Tether Korea,” barulah itu menjadi sinyal nyata masuknya ke pasar.
  3. Detail tahap dua VAUPA dari Financial Services Commission: Diperkirakan terbit dalam tahun 2026, akan mendefinisikan kerangka kepatuhan spesifik untuk penerbitan dan peredaran stablecoin di Korea.
  4. Perkembangan pencatatan XAUt di bursa Korea: Stablecoin berbasis emas saat ini tidak didukung oleh satu pun bursa Korea. Jika dalam 6 bulan setelah merek dagang disetujui ada pencatatan, itu menandakan Tether mengikuti jalur lengkap “merek dagang → pencatatan → produk kartu.”

Rekomendasi Redaksi